“Kekerasan terhadap mahasiswa bukan hanya persoalan kampus semata, melainkan masalah publik yang menyangkut hak asasi manusia …”
GORONTALO [KLIKINDONESIA.CO] – Guna mensikapi aksi demonstrasi puluhan aktivis mahasiswa Universitas Gorontalo di depan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo, anggota DPRD Anton Abdulah menyampaikan akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi, khususnya terkait dugaan tindakan premanisme terhadap aktivis mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD, Anton yang juga turun langsung menerima massa aksi di halaman kantor DPRD menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak akan tinggal diam terhadap persoalan kekerasan yang mencederai ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi di lingkungan mahasiswa.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan pimpinan DPRD, seluruh anggota, dan juga pihak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa,” ujar Anton dihadapan masa aksi, Selasa (27/5/2025) sebagaimana dikuti dari RELATIF.ID.
Anton menilai bahwa kekerasan terhadap mahasiswa bukan hanya persoalan kampus semata, melainkan masalah publik yang menyangkut hak asasi manusia.
Ia pun mengatakan akan membawa aspirasi tersebut ke dalam rapat-rapat resmi DPRD dan mendorong agar kasus kekerasan itu diusut secara tuntas, transparan, dan adil.
Kedepan Anton berharap pihak aparat hukum juga dapat memberikan perlindungan kepada mahasiswa yang menyuarakan pendapat di ruang publik.
“Kami mendukung upaya mahasiswa dalam mengawal demokrasi. Tentu kekerasan dan intimidasi tidak boleh dibiarkan tumbuh di tengah masyarakat, apalagi di lingkungan akademik,” tukasnya.
Sebagai informasi, aksi tersebut digelar untuk mengecam tindakan premanisme yang dialami sejumlah aktivis mahasiswa, yang dinilai sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi dan kebebasan sipil.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: RELATIF.ID











