BONE BOLANGO – Wakil Ketua DPRD Zainudin Pedro Bau menyebut APBD bukan hanya sekedar penyesuaian angka-angka semata, melainkan refleksi atas kebutuhan masyarakat, dinamika fiskal daerah, serta sinkronisasi dengan prioritas pembangunan nasional.
“APBD bukan sekadar angka, tetapi alat kebijakan publik untuk pelayanan masyarakat. Seluruh masukan fraksi kami catat sebagai bahan evaluasi arah kebijakan anggaran ke depan,” kata Pedro usai pelaksanaan Paripurna Ranperda APBD TA 2026, Gedung DPRD Bone Bolango, Senin (10/11).
Dikatakannya, melalui pembahasan Ranperda APBD 2026 ini, Ia berharap dapat terus memperkuat fondasi fiskal yang sehat, transparan, dan akuntabel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komitmen kami DPRD adalah memelihara sinergi dan kolaborasi konstruktif dengan lembaga eksekutif dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone Bolango,” tegasnya.

Pedro menambahkan, jika kemitraan tersebut merupakan kunci dalam memastikan arah kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dalam Paripurna tersebut, enam fraksi DPRD Bone Bolango telah menyampaikan pandangan umum dan pendapat terhadap Ranperda APBD 2026 yang sebelumnya diserahkan pemerintah daerah. Bupati Ismet mengapresiasi sikap konstruktif seluruh fraksi yang menerima Ranperda APBD untuk dibahas lebih lanjut.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











