Faisal Mohie, Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango (F. Hulondhalo.Id / Ramadhan)
BONE BOLANGO – Fasilitas ruang operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila kini tengah menjadi sorotan tajam parlemen. Kabar miring mengenai standar kenyamanan dan kelayakan “bilik nyawa” tersebut memicu reaksi keras dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bone Bolango, Faisal Mohie.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faisal menegaskan bahwa persoalan teknis di fasilitas sekrusial ruang operasi adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, ruangan tersebut bukan sekadar tempat tindakan medis biasa, melainkan jantung pelayanan yang mempertaruhkan nyawa pasien, sehingga menuntut standar profesionalitas dan kenyamanan tertinggi.
Gerah dengan kondisi yang ada, Faisal memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia berencana melakukan inspeksi mendadak dalam waktu dekat untuk melihat realita di lapangan.
”Kami akan segera turun untuk meninjau langsung ke lokasi. Setelahnya, akan dilakukan langkah-langkah konkret bersama Pemerintah Daerah Bone Bolango untuk segera melakukan pembenahan total,” ujar Faisal saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).
Nada bicara Faisal meninggi saat menyinggung kepemimpinan Direktur RSUD Toto Kabila, dr. Thaib Saleh. Ia menilai manajemen rumah sakit terkesan menutup mata dan tidak memiliki sensitivitas terhadap keluhan publik yang berkembang.
Faisal sangat menyayangkan sikap manajemen yang tidak terbuka. Baginya, ketidakterbukaan inilah yang menjadi penghambat utama ditemukannya solusi bagi perbaikan layanan kesehatan di Bone Bolango.
”Saya sangat menyayangkan sikap Direktur. Seharusnya, apa pun kendalanya di lapangan, sampaikan kepada kami di DPRD. Jangan disembunyikan! Kami di sini ingin mencari solusi, bukan sekadar mencari kesalahan,” tegas politisi tersebut.
Kekesalan Faisal memuncak karena masalah krusial ini justru tidak muncul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang baru saja digelar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia merasa kecolongan karena pihak RSUD seolah sengaja tidak mengangkat isu ruang operasi ke permukaan saat pembahasan anggaran.
”Jujur, informasi ini baru masuk ke meja kami sekarang. Sangat disayangkan, padahal baru kemarin kami RDP dengan pihak TAPD dan rumah sakit, namun masalah ini justru tidak terangkat sama sekali,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Langkah selanjutnya, Komisi III berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga ruang operasi RSUD Toto Kabila kembali pada standar kelayakan yang semestinya demi keselamatan warga.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











