Ketua Fraksi Amanat Keadilan DPRD Bone Bolango, Suleman Taumbe saat menyampaikan pandangan umum fraksi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BONE BOLANGO – Lahirnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 tentang pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun disambut antusias oleh legislatif di Bone Bolango.
Fraksi Amanat Keadilan DPRD Kabupaten Bone Bolango secara resmi menyatakan dukungan penuh dan meminta aturan pusat tersebut segera “daratkan” dalam bentuk kebijakan lokal.
Ketua Fraksi Amanat Keadilan, Suleman Taumbe, menyebut langkah pemerintah pusat ini sebagai intervensi darurat demi menyelamatkan kesehatan mental dan moral generasi muda dari dampak liar dunia digital.
”Ini adalah ‘rem pakem’ yang sangat kita nantikan. Tapi ingat, aturan di Jakarta tidak akan punya taring di daerah jika kita tidak punya implementasi konkret di lapangan,” ujar politisi PAN yang akrab disapa Ayah Eman ini, Senin (9/3/2026).
Darurat Digital Hingga ke Pelosok
Suleman menyoroti realita pahit di mana kecanduan gawai dan paparan konten negatif tidak lagi hanya mendominasi wilayah perkotaan, namun sudah merambah hingga ke pelosok desa di Bone Bolango.
Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango untuk tidak sekadar menjadi penonton. Ia mengusulkan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) khusus sebagai payung hukum teknis yang mencakup:
• Sinergi Strategis: Kolaborasi intensif antara Dinas Kominfo dan DPRD.
• Aksi Akar Rumput: Pelibatan aktif perangkat kecamatan hingga pemerintah desa.
• Edukasi Keluarga: Menjadikan orang tua sebagai garda terdepan pengawasan di rumah.
Usulkan Tim Pengawas Khusus
Tak ingin aturan hanya berakhir sebagai dokumen administratif, legislator asal Dapil Bone Pesisir ini melontarkan ide progresif dengan mengusulkan pembentukan Tim Pengawas Khusus. Tim ini nantinya akan bekerja secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga unit terkecil di desa untuk memastikan pembatasan berjalan efektif.
”Kita butuh gerakan masif di lapangan. Jika tidak ada pengawasan nyata, aturan ini hanya akan jadi macan kertas, padahal masa depan anak-anak Bone Bolango taruhannya,” tutup Suleman dengan tegas.*[)
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar