Foto bersama usai proses Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Penjabat Kepala Desa di Lingkunga Pemkab Bobe Bolango, Sabtu (20/6) di Aula Lupa Lelah Kantor Bupati Bone Bolango. (Foto: Yudi/Prokopim).
BONE BOLANGO – Roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa wajib berjalan tanpa jeda, meskipun tengah berada dalam masa transisi kepemimpinan. Pesan kuat inilah yang menjadi sorotan utama saat Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 48 Penjabat (Pj) Kepala Desa di Ruang Upah Lelah, Kantor Bupati Bone Bolango, Sabtu (20/6).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi sakral ini turut disaksikan oleh jajaran petinggi legislatif, di antaranya Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Yunus, Wakil Ketua DPRD Azan Piola, Ketua Komisi I Rakhmatiyah Deu, serta sejumlah pejabat teras di lingkungan pemerintah daerah.
Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, menegaskan bahwa pelantikan massal ini bukan sekadar rutinitas birokrasi demi mengisi kekosongan jabatan. Menurutnya, momentum ini adalah langkah strategis untuk mengawal keberlanjutan pembangunan di tingkat akar rumput.
”Pelantikan ini adalah komitmen bersama agar pelayanan di desa tetap berjalan optimal. Hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik tidak boleh terabaikan, dan program pembangunan yang telah direncanakan harus tetap berjalan sesuai koridor,” ujar politisi Partai NasDem asal Dapil Bone Pesisir tersebut.
Harapan Baru untuk Kemajuan Desa
Selain memastikan pelayanan publik tetap prima, pelantikan ini juga membawa sederet harapan besar bagi kemajuan wilayah Bone Bolango ke depan.
Para Pj Kepala Desa yang baru dilantik diharapkan mampu menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayah masing-masing, terutama dalam menghadapi agenda daerah yang krusial. Sebagai ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga, mereka dituntut untuk:
• Adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
• Transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana desa.
• Inovatif dalam menggali dan melejitkan potensi lokal desa.
Lebih dari itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi kunci utama yang wajib diperkuat. Melalui kolaborasi yang solid, masa transisi kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat desa di Bone Bolango.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











