By : Rendi Anto Kantu
BONE BOLANGO, [KLIKINDONESIA. CO] – Di antara kabut hijau Bone Bolango, nama Hamzah Idrus bergaung bukan sekadar sebagai aleg DPRD Provinsi Gorontalo dari PKS, tetapi sebagai putra daerah yang hidupnya menyatu dengan denyut nadi masyarakatnya.
Dari lorong kecil Tapa hingga suara lantang di ruang rapat DPRD, ia selalu membawa jiwa sosial yang telah tertanam jauh sebelum kursi kekuasaan menjadi miliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak yang mengenalnya bukan dari baliho, bukan dari sorak kampanye, tetapi dari tangan-tangan bantuan yang ia ulurkan. Ia adalah pengusaha sukses yang pulang untuk mengabdi, memilih untuk tidak sekadar hadir, tetapi berbuat.
Ia tidak hanya bicara tentang kesejahteraan, ia mempraktekkan makna berbagi dengan mengembalikan gaji dan tunjangannya untuk masyarakat.
Namun, Hamzah Idrus bukan hanya tentang kepedulian sosial. Ia adalah argumen yang hidup, lidah yang berani bersuara untuk yang tak terdengar.
Dalam rapat-rapat serius, Pinogu selalu menjadi nadinya – desa terpencil yang masih menunggu sentuhan merdeka di bidang infrastruktur. Dialah penggagas, pengingat, dan pejuang akses jalan menuju Pinogu, seolah ingin berkata:
“Tak boleh ada satu pun anak negeri ini yang terasing di tanah sendiri”.
Lihatlah linimasa media sosialnya, Hamzah Idrus bukan sekadar wakil rakyat, ia adalah rakyat itu sendiri, yang menulis, membagi, dan turun langsung merasakan lumpur perjuangan. Masyarakat Tapa sepakat memberi julukan padanya: “Highly Social.” Nama yang tak lahir dari pencitraan, melainkan dari rekam jejak pengabdian nyata.
Mungkin itulah sebabnya, banyak yang yakin, periode berikutnya ia tak hanya akan bersuara, tapi akan memimpin Bone Bolango. Dan ketika hari itu tiba, semoga jalan-jalan terpencil telah terbuka, dan doa-doa rakyatnya terjawab. Aamiin.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











