Fredy Lasut : Bimtek ini menjadi salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar mampu memberikan nilai tambah terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya dalam penerapan manajemen risiko di setiap perangkat daerah.
BONE BOLANGO [KLIKINDONESIA.CO] – Inspektur Daerah Kabupaten Bone Bolango, Fredy Lasut mengungkapkan pelaksanakan Bimtek Pengawasan Internal Berbasis Risiko menjadi salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar mampu memberikan nilai tambah terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya dalam penerapan manajemen risiko di setiap perangkat daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, melalui pelaksanaan Bimtek ini diharapkan setiap OPD mampu menyusun profil risiko dan merancang langkah-langkah mitigasi sebagai bagian dari strategi pengendalian internal.
Kata Fredy, pelaksanaan Bimtek Pengawasan Internal Berbasis Risiko di lingkungan Inspektorat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen risiko di instansi pemerintah daerah.
“Fokusnya adalah pada penyusunan dan implementasi register risiko serta peningkatan kualitas pengawasan dan pendampingan manajemen risiko,” ujarnya usai pembukaan Bimtek oleh Bupati Bone Bolango Drs. H. Ismet Mile, MM, Senin (23/6) bertempat di Aula Hotel Fox Kota Gorontalo.

Selain itu, Bimtek ini juga bertujuan untuk membekali APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) di lingkungan Inspektorat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola risiko.
“Ini termasuk identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan tugas dan fungsi instansi kedepan,” bebernya.
Selain itu, Bimtek juga mencakup berbagai kegiatan, seperti penyampaian materi tentang konsep dasar manajemen risiko, metode identifikasi risiko, penyusunan register risiko, dan evaluasi risiko.
Sementara itu, Bupati Bone Bolango dalam sambutannya menekankan agar pelaksanaan Bimtek ini diharapkan Inspektorat dan APIP dapat meningkatkan pemahaman tentang manajemen risiko, mampu mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang relevan dan mampu menyusun dan mengelola register risiko dengan efektif.
Selain itu, Bupati Ismet juga berharap agar hasil Bimtek nanti diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan dan pendampingan manajemen risiko, mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











