BUMD Gorut Bidik Kerja Sama Konkret dengan Koperasi GASS, dimana pembahasan MoU turut disaksikan Kabag Pembangunan Amanda F. Sunge, S.St.PI, dan Team Kerja Bupati Gorut Siswan Ahadulu bertempat di Naffel Caffee Bone Bolango, Rabu (20/5/2026).
BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tengah mematangkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sempat mati suri. Salah satu upaya yang sedang digodok adalah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara BUMD Gorut dengan Koperasi GASS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabag Pembangunan Gorontalo Utara, Amanda F. Sunge, S.St.PI, menjelaskan bahwa isi isi draf MoU tersebut saat ini masih bersifat umum. Secara teknis pelaksanaan, dokumen kerja sama ini sebenarnya sudah siap untuk ditandatangani.
Namun, Amanda menyarankan agar momentum pertemuan ini dioptimalkan dengan melangkah langsung ke arah yang lebih konkret, sekaligus menyiasati efisiensi waktu perjalanan.
“Mengingat jarak perjalanan antara Suwawa dan Kwandang yang cukup jauh, kami menyarankan agar momentum ini langsung dimanfaatkan. Setelah MoU disepakati, kedua belah pihak diharapkan langsung mengerucutkan sektor mana saja yang akan dikerjasamakan,” ujar Amanda disela-sela pertemuan Jajaran Koperasi GASS dan BUMD Gorut di Naffil Caffee Rabu (20/5/2026).
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Amanda membeberkan bahwa BUMD Gorut memiliki sejarah perjalanan yang cukup berliku, diantaranya :
1. Penyebab Vakum
Dibentuk sejak tahun 2018, BUMD ini sempat mengalami kevakuman panjang lantaran direktur sebelumnya tersandung kasus hukum dengan vonis mencapai 8 tahun penjara.
2. Sempat Mandek
Meski sempat ada pergantian pengurus setelahnya, kegiatan usaha BUMD tetap tidak kelihatan dan belum menunjukkan hasil nyata.
Kini, angin segar berembus setelah jajaran direksi baru resmi terpilih pada akhir tahun 2025 lalu.
Bupati Gorontalo Utara kata Kabag menaruh harapan besar di pundak manajemen baru ini agar BUMD bisa segera berlari kencang.
Menariknya, Amanda sempat berbagi cerita jenaka yang memancing tawa peserta rapat. Ia mengaku sempat mengira Koperasi GASS adalah koperasi yang bergerak di bisnis gas elpiji (LPG) saat pertama kali dihubungi oleh pihak direktur.
Terkait dukungan finansial, Amanda menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sebenarnya telah merencanakan penyertaan modal kembali pada tahun ini. Sinyal hijau dari anggaran daerah sudah ada, namun Bupati memberikan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Bupati menegaskan, harus ada kegiatan usaha yang berjalan terlebih dahulu. Kalau sudah ada yang jalan, baru Pemda akan mendukung lewat penyertaan modal,” tegas Amanda.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar anggaran daerah tidak terbuang sia-sia. Pemda Gorut tidak ingin mengulang pengalaman pahit masa lalu, di mana penyertaan modal diserahkan namun tidak membuahkan progres akibat tata kelola yang buruk.
Meski sejauh ini sudah banyak mitra yang datang berkomunikasi dengan BUMD, kerja sama dengan Koperasi GASS ini diharapkan menjadi pemantik utama lahirnya unit usaha konkret yang perdana di bawah direksi baru.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











