“Banyak ilmu dan kemajuan teknologi pertanian serta perikanan yang kami serap selama PENAS. Target utamanya adalah bagaimana pengetahuan ini bisa langsung diterapkan oleh para petani di lahan mereka masing-masing,” ujar Famo.
BONE BOLANGO – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bone Bolango bergerak cepat mengimplementasikan hasil Pekan Nasional (PENAS) XVII.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini diawali dengan rencana besar mengadopsi kemajuan teknologi pertanian dan perikanan modern untuk diterapkan langsung di tingkat petani lokal.
“Banyak ilmu dan kemajuan teknologi pertanian serta perikanan yang kami serap selama PENAS.
Target utamanya adalah bagaimana pengetahuan ini bisa langsung diterapkan oleh para petani di lahan mereka masing-masing,” ujar Famo, Ketua Komisi 3 DPRD Bone Bolango sekaligus pengurus KTNA.
Kabar baiknya, Bupati Bone Bolango telah memberikan lampu hijau terkait pemanfaatan lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) seluas 2 hektar di kompleks GOR HP.
Lahan tersebut diproyeksikan menjadi pusat Gelar Teknologi (Geltek) mandiri milik KTNA Bone Bolango, mereplikasi kesuksesan pusat teknologi serupa yang berada di Limboto.
Penyegaran Organisasi dan Agenda Suksesi 2026-2031
Guna memperkuat roda organisasi dalam mengeksekusi program-program strategis tersebut, KTNA Bone Bolango resmi melakukan penyegaran struktur kepengurusan.
Beberapa nama baru kini mengisi posisi krusial, di antaranya:
Toni Mohamad didapuk sebagai Koordinator Bidang Sosial Masyarakat Petani dan Nelayan, diperkuat oleh Nasir Abas Amuntu, SPt, MSi sebagai anggota.
Abd. Kadir Lahmutu bergabung di Bidang Pemuda Tani.
Yamin Mahmud dipercaya mengisi posisi di Bidang UMKM.
Selain penyegaran pengurus, forum Rembug KTNA juga menyepakati agenda krusial, yaitu pemilihan Ketua KTNA periode 2026-2031 yang dijadwalkan pada 27 Juli 2026 mendatang. Momentum pemilihan tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan rampungnya pendistribusian Kartu Tanda Anggota (KTA) baru.
Gebrakan UMKM dan Inovasi “Pakan Cerdas”
KTNA Bone Bolango tidak main-main dalam mengawal program lanjutan. Di sektor pemberdayaan wanita, Famo menegaskan bahwa draf proposal bantuan untuk UMKM Pembuat Kue Kerawang dari Desa Tanggilingo, Kecamatan Kabila, akan segera ia kawal langsung ke kementerian terkait di Jakarta.
Sementara itu di sektor peternakan, lompatan besar dilakukan lewat pengembangan konsep Kandang Ayam Ras Petelur Minimalis yang bekerja sama dengan Dinas Peternakan & Perkebunan Provinsi Gorontalo.
Sebagai langkah konkret, pada Kamis (09/07/2026), langsung digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan di Farm Azzam Mandiri, Desa Bandungan, Kecamatan Bulango Utara. Mengusung tema “Pakan Cerdas Untuk Ayam Petelur Modern”, agenda ini berbobot nasional karena menghadirkan langsung pakar dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.
Dukungan Total Parlemen dan Soliditas Internal
Langkah progresif KTNA ini mendapat kawalan penuh dari pihak legislatif. Anggota DPRD Bone Bolango, Abd. Rahman Ngabito, Imran Mahmud, dan Hendra Suleman tampak hadir memberikan dukungan fisik dan moril.
Hendra Suleman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KTNA, menegaskan kesiapan parlemen untuk mengawal seluruh kebutuhan anggaran dan regulasi KTNA ke depan.
Bentuk komitmen nyata juga ditunjukkan melalui penguatan internal organisasi. Forum menyepakati penyesuaian iuran wajib menjadi Rp 100.000 per bulan untuk pengurus yang duduk di legislatif, dan Rp 25.000 per bulan untuk anggota KTNA reguler demi keberlanjutan program kerja.
Rembug harian yang dipandu apik oleh Wakil Ketua KTNA Zainal Abdi Ilolu bersama Sekretaris Tri Tulus Budiono ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada seluruh kontingen PENAS XVII Bone Bolango, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas organisasi yang siap menyongsong era baru pertanian modern.
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhabah
Sumber Berita: Klikindonesia











