GORONTALO – Meminjam ungkapan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.
Ini pemantik, sekaligus pengingat bahwa perjuangan di era kemerdekaan membutuhkan semangat, kesabaran, dan pengorbanan yang tak kalah besar.
Kita adalah penerus perjuangan, tentu tugas kita tidak lain adalah melanjutkan estafet itu, membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perspektif perjuangan bangsa, Maulid Nabi tidak hanya tentang memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi ini menjadi momen untuk meneladani semangat perjuangan, kepemimpinan, dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam membangun karakter bangsa.
Perayaan ini tentu mendorong kita umat Islam untuk kembali mempererat persatuan dan kesatuan, meneladani sifat jujur dan amanah, serta meningkatkan keimanan untuk membentuk bangsa yang lebih baik dan beradab.
Dalam aspek sosial, peringatan Maulid, juga memiliki hikmah penting dalam mempersatukan umat.
Dalam peringatan ini, berbagai elemen masyarakat berkumpul di masjid-masjid, bermunajat, berzikir sekaligus merayakan kecintaan kepada Rasulullah.
“Ini tentu menjadi momentum bagi kita umat Islam dan seluruh anak bangsa, bahwa betapa persatuan dan persaudaraan begitu penting dalam melanjutkan perjuangan bangsa,” ujar politisi PKS Hamzah Idrus.
Selama sepekan kata Hamzah, kita kembali disuguhkan oleh ekspresi kolektif rakyat dan mahasiswa dalam menyuarakan berbagai aspirasi, baik itu sebagai bentuk protes atau tuntutan tertentu.
Namun demikian, dalam Islam kata Hamzah, kita harus memahami bahwa ada prinsip yang harus dipegang, prinsip itu tidak lain menjaga lisan dan jiwa.
“Maulid Nabi dan Islam itu sendiri idealnya menjadi lokomotif perubahan, karena Islam adalah bagian dari orang-orang yang menyuarakan kebaikan dan mencegah kemungkaran,” tegasnya.
Tentu saja melalui peringatan Maulid, ekspresi kolektif rakyat dan mahasiswa yang sudah kita saksikan bersama, menjadi pengingat sekaligus evaluasi diri, bahwa meneladani akhlak dan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari menjadi modal penting menuju Indonesia maju dan sejahtera.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











