BONE BOLANGO – Dari pada mengutuk dikegelapan, lebih baik mulai menyalakan secercah lilin. Pepatah kuno ini mendorong kita untuk memulai dari hal kecil dan berkontribusi, meskipun hanya secercah, sebagaimana halnya perjuangan untuk Pinogu.
Bagi Hamzah Idrus, teriakan “Kemerdekaan untuk Pinogu” dari arena Paripurna hingga Demo Aksi “Aliansi Pinogu Merdeka”, menjadi sebuah keniscayaan ditengah usia 80 tahun Indonesia Merdeka.
Kemerdekaan dimana semua warga negara merasakan kebahagiaan, kedamaian dan kesejukkan. Dan itulah yang didambakan sosok Hamzah Idrus dan semua warga negara yang ada di Bumi Hulondhalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi demo yang dilakukan “Aliansi Pinogu Merdeka”, tentu menjadi momentum yang tepat sekaligus pemantik dan semangat baru dalam memperjuangkan Kemerdekaan Pinogu.
Bertempat di halaman Gedung DPRD Provinsi Gorontalo Senin (1/9), dimana Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Gorontalo menerima aspirasi warga “Aliansi Pinogu Merdeka”.
Penandatanganan petisi terkait percepatan pembangunan akses jalan Pinogu yang diaspirasikan masa aksi yang tergabung dalam “Aliansi Pinogu Merdeka” tentu merupakan langkah awal untuk selanjutnya memerlukan pengawalan dan perjuangan yang sama.
“Pak Gubernur Gorontalo, Pak Ketua DPRD dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Perwakilan dapil Bone Bolango juga telah menandatangani petisi yang disampaikan oleh masa aksi sebagai wujud keseriusan kami dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur akses jalan Pinogu,” ujar Politisi PKS itu usai menerima masa aksi.
Menurut Hamzah, tuntutan demi tuntutan yang disampaikan masyarakat adalah cerminan keresahan publik dan sekaligus panggilan moral agar para elite kembali pada jati diri bangsa yang menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan keberpihakan pada rakyat.
Pentingnya membangkitkan kembali jiwa prihatin bangsa, yakni kesadaran kolektif untuk merenungi kondisi bangsa dan menjadikannya sebagai landasan perubahan.
“Aksi demo menjadi refleksi dan titik balik yang mengingatkan kita bahwa betapa kemerdekaan itu adalah hak milik semua warga negara. Teriakan mereka sederhana, tapi mendasar, jalan yang manusiawi, yang memanusiakan.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











